Wakil Gubernur Bali Mengambil Sumpah/Janji PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali

Kamis, 23 Desember 2010

Wakil Gubernur Bali (A.A.Puspayoga) hari ini Selasa, 21 Desember 2010 mengambil sumpah/janji PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali bertempat di Lapangan Niti Mandala Denpasar. Jumlah PNS yang diambil sumpah/janjinya sebanyak 1.283 PNS yang terdiri dari susulan formasi dari tahun 1987-2005 sebanyak 52 orang, susulan Pusat (ex Kanwil) 25 orang, formasi tahun 2006 sebanyak 443 orang, formasi tahun 2007 sebanyak 313 orang, formasi tahun 2008 sebanyak 405 orang dan RSBI Kab. Bangli dan Klungkung sebanyak 45 orang.

Dalam sambutannya beliau mengatakan pembinaan PNS harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan dengan harapan dapat meningkatkan kualitas PNS yang baik, mengingat semakin kompleksnya kepentingan masyarakat yang harus dilayani. Salah satu bentuk pembinaan PNS khususnya dalam hal pembinaan moral adalah dengan mewajibkan seluruh PNS untuk mengucapkan sumpah atau janji sesuai agamanya masing-masing. Sumpah / janji yang diucapkan maknanya sangat sakral, artinya semua perilaku yang dilakukan dalam hal kedinasan maupun di luar dinas, hendaknya dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan terutama kehadapan Tuhan Hyang Maha Esa. Hendaknya pola pikir dan komitmen sebagai aparatur negara bersumber dari ajaran agama. Karena pokok-pokok etika penyelenggaraan pemerintah mengedepankan kejujuran, amanah, keteladanan, sportivitas, disiplin, etos kerja, kemandirian, sikap toleransi, berkeadilan serta menjaga martabat diri sendiri dan organisasi. Jangan sampai ada PNS yang terlibat perjudian, premanisme, perselingkuhan dan perilaku negatif lainnya yang dapat merugikan diri sendiri serta kinerja pemerintahan. Pengabdian kepada masyarakat dan negara adalah salah satu wujud bakti PNS kepada Sang Maha Pencipta.

Sebelum mengambil sumpah khusus bagi PNS yang beragama Hindu terlebih dahulu mengikuti upacara mejaya-jaya di Merajan Pura Puserin Jagat, Kantor Gubernur Bali Jalan Basuki Rahmat Denpasar.

Dalam laporan Kepala BKD Provinsi Bali (I Ketut Rochineng) mengatakan Sumpah/janji adalah suatu kesanggupan untuk mentaati keharusan atau untuk tidak melakukan larangan yang ditentukan yang diikrarkan di hadapan atasan yang berwenang menurut agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Karena sumpah/janji diikrarkan menurut agama maka pada hakekatnya bukan saja merupakan kesanggupan terhadap Tuhan YME bahwa yang bersumpah /berjanji akan mentaati segala keharusan dan tidak melakukan segala larangan yang telah ditentukan.(wd)

 

Informasi